Kali
ini gue mau berbagi informasi sedikit tentang suatu penyakit. Mungkin bagi
temen blogger dan pembaca sekalian ada yang sudah tahu tentang penyakit yang
mau gue bahas ini. Sebelumnya gue nggak bermaksud menggurui dan kalo ada
mengetahui lebih, mari sama-sama kita berbagi informasi dan pengetahuan disini
hehe.
Jadi
gini, kebetulan penyakit ini memang sering dibahas waktu kuliah, jadi
dikit-dikit agak tau lah tentang penyakit yang satu ini.
Apa
itu hernia?
Hernia adalah suatu benjolan/penonjolan
isi perut dari rongga normal melalui lubang kongenital atau didapat (Kartika,
2013: 66).
Hernia adalah keluarnya isi tubuh
(biasanya abdomen) melalui defek atau bagian terlemah dari dinding rongga yang
bersangkutan (Deden & Tutik, 2010: 91).
Menurut Syamsu H.R & Wim D.J dalam
Suratun & Lusianah (2010: 316), hernia merupakan prostusi atau penonjolan
isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga
bersangkutan yang terdiri atas cincin, kantong, dan isi hernia.
Penyakit hernia adalah penyakit yang
disebabkan oleh turunnya usus ke bawah selaput perut sampai ke kantung buah
zakar (Ardian & G. Made, 2013: 101).
Jadi, hernia itu adalah penonjolan dari isi perut (biasanya usus) ke
luar dinding perut melalui lubang bawaan sejak lahir atau didapat setelah lahir.
Ada
berapa jenis hernia?
Hernia ini juga terdiri dari beberapa
jenis yaitu:
Menurut Suratun & Lusianah (2010: 316-318).
a.
Klasifikasi
hernia menurut letaknya.
1) Hernia Inguinal dibagi menjadi:
a) Hernia Indirek atau lateral (melalui
cincin inguinal)
b) Hernia Direk atau medialis (melewati
dinding abdomen)
2) Hernia Femoralis (melalui cincin
femoral/ bawah lipatan paha)
3) Hernia Umbilikal (melewati daerah
umbilical/pusar)
4) Hernia Diafragmatika (melalui lubang
pada diafragma kje dalam rongga dada)
5) Hernia Insisional (riwayat bedah
sebelumnya yang telah sembuh secara tidak adekuat)
b. Klasifikasi hernia berdasarkan
terjadinya.
1) Hernia Kongenital (bawaan sejak lahir)
2) Hernia Akuisitas (didapat setelah lahir)
c.
Klasifikasi
hernia menurut sifatnya:
1) Hernia Reponible/Reducible (hernia dapat keluar masuk)
2) Hernia Irreponible (tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga perut)
3) Hernia Strangulata/Inkaserata (hernia
terjepit oleh cincin hernia, isi kantong terperangkap)
Apa yang
menyebabkan seseorang menderita hernia?
a.
Peningkatan
tekanan intra abdomen (perut) contohnya.
1.
mengangkat
beban yang terlalu berat (sering dan tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh)
2. batuk kronis (lebih dari enam bulan)
3. obesitas (kegemukan)
4. mengejan yang berlebihan saat defekasi
(BAB) dan berkemih.
b. Kelemahan dinding otot abdomen (perut)
contohnya.
1.
kelainan
kongenital (bawaan sejak lahir)
2. usia semakin (bertambah usia dinding
abdomen semakin melemah)
3. pembedahan sebelumnya (riwayat
pembedahan yang kurang baik)
Bagaimana
patofisiologi atau perjalanan terjadinya penyakit hernia?
Penyakit hernia ini bukanlah penyakit
keturunan ataupun menular.
Penonjolan keluar
Hernia
Bagaimanakah tanda dan gejala seseorang
dikatakan hernia atau menderita hernia?
Kita bisa mengetahui menderita atau
tidaknya penyakit hernia dengan beberapa tanda dan gejala dibawah ini.
Menurut Suratun & Lusianah (2010: 320-321) tanda dan gejalanya adalah.
a.
Tampak adanya
benjolan di lipat paha atau perut bagian bawah dan benjolan bersifat temporer
yang dapat mengecil dan menghilang yang disebabkan oleh keluarnya suatu organ.
b. Bila isinya terjepit akan menimbulkan
perasaan nyeri di tempat tersebut disertai perasaan mual.
c.
Nyeri
yang diekspresikan sebagai rasa sakit dan sensasi terbakar. Nyeri tidak hanya
didapatkan di daerah inguinal (pangkal paha) tapi menyebar ke daerah panggul,
belakang kaki dan daerah genital (kelamin) yang disebut Reffered Pain. Nyeri biasanya meningkat dengan durasi dan
intensitas dari aktivitas/kerja yang berat. Nyeri akan mereda atau menghilang
jika istirahat. Nyeri akan bertambah hebat jika terjadi strangulasi (sumbatan) karena
suplai darah ke daerah hernia terhenti sehingga kulit menjadi merah dan panas.
d. Hernia Femoralis kecil mungkin berisi
dinding kandung kencing sehingga menimbulkan gejala sakit kencing (disuria)
disertai hematuria (kencing darah) di samping benjolan di bawah sela paha.
e.
Hernia
Diafragmatika menimbulkan perasaan sakit di daerah perut disertai sesak nafas.
f.
Bila mengejan
atau batuk maka benjolan hernia akan bertambah besar.
Bagaimanakah
pemeriksaan diagnostik atau pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mengetahui
seseorang menderita atau tidaknya penyakit hernia ini?
Apabila
terdapat tanda dan gejala seperti yang disebutkan tadi, segera periksakan ke
pelayanan kesehatan terdekat. Karena penanganan lebih dini memungkinkan proses
penyembuhan yang lebih cepat.
Pemeriksaan
diagnostik hernia menurut Suratun
& Lusianah (2010: 321):
a.
Pemeriksaan
darah lengkap
Menunjukkan peningkatan sel darah
putih, serum elektrolit dapat menunjukkan hemokonsentrasi (peningkatan
hematokrit), dan ketidakseimbangan elektrolit.
b.
Pemeriksaan
urin
Munculnya sel darah merah atau bakteri
yang mengindikasikan infeksi.
c.
Elektrokardiografi
(EKG)
Penemuan akan sesuatu yang tidak normal
memberikan prioritas perhatian untuk memberikan anestesi.
d. Sinar X
abdomen menunjukkan abnormalnya kadar gas dalam usus/obstruksi usus.
Bagaimanakah
komplikasi atau kelanjutan dari penyakit hernia ini bila dibiarkan?
Kalo Menurut Suratun & Lusianah (2010: 321), komplikasi yang
mungkin terjadi pada hernia adalah.
a.
Hernia berulang.
b.
Obstruksi (hambatan) usus parsial
(sebagian) atau total.
c.
Luka pada usus.
d.
Gangguan suplai darah ke testis (kelenjar
kelamin atau reproduksi) jika laki-laki.
e.
Perdarahan yang berlebih.
f.
Infeksi luka bedah.
g. Fistel
urin dan feses.
Bagaimanakah pencegahan dan pengobatan
penyakit hernia?
Menurut Suratun &
Lusianah (2010: 322).
Penatalaksanaan atau pengobatan hernia.
a.
Terapi
konservatif
1)
Reposisi
Tindakan memasukkan kembali isi hernia ke tempatnya semula
secara hati-hati dengan tindakan yang lembut tetapi pasti. Tindakan ini hanya
dapat dilakukan dengan menggunakan kedua tangan. Tangan yang satu melebarkan
leher hernia sedangkan tangan yang lain memasukkan isi hernia melalui leher
hernia tadi.
2)
Pemakaian
penyangga/sabuk hernia
Pemakaian bantalan penyangga hanya bertujuan menahan hernia
yang telah direposisi dan tidak pernah menyembuhkan sehingga harus dipakai
seumur hidup.
b.
Terapi
Operatif
1)
Herniotomi
Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai
ke lehernya. Kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan jika ada perlengketan,
kemudian direposisi, kantong hernia dijahit, ikat setinggi mungkin lalu
dipotong.
2)
Hernioplasti
Pada hernioplasti dilakukan tindakan memperkecil anulus
inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.
3)
Hernioraphy
Mengambil isi kantong hernia ke dalam abdomen dan menutup
celah yang terbuka dengan menjahit pertemuan tranversus internus dan muskulus
oblikus internus abdominus ke ligament inguinal.
c.
Medikasi
1)
Pemberian
analgesik untuk mengurangi nyeri.
2)
Pemberian
antibiotik untuk mengurangi infeksi.
d.
Aktivitas
dan diet
1)
Aktivitas
Hindari mengangkat barang yang berat sebelum atau sesudah
pembedahan.
2)
Diet
Tidak
ada diet khusus, tetapi setelah dioperasi diet cairan sampai saluran
gastrointestinal berfungsi lagi, kemudian makan dengan gizi seimbang.
Tingkatkan masukan serat dan tinggi cairan untuk mencegah sembelit dan mengejan
selama buang air besar. Hindari kopi, teh, coklat, minuman berkarbonasi,
minuman beralkohol, dan setiap makanan atau bumbu yang memperburuk gejala.
Pencegahan (www.gejalahernia.com).
a.
Pertahankan
berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan dan usia kita.
b. Berkonsultasi dengan dokter untuk
mengetahui pola dan jenis makanan yang baik, jika kita menduga mengalami
kelebihan berat badan atau obesitas.
c. Jadikan
buah-buahan, sayuran dan biji-bijian sebagai hidangan wajib diet kita. Jenis
makanan tersebut banyak mengandung serat yang dapat mencegah terjadinya
sembelit.
d. Berhati-hati saat mengangkat beban
berat. Pastikan untuk mengangkat benda tersebut dengan hati-hati. Jangan
paksakan untuk mengangkat sesuatu yang diluar kemampuan kita untuk
mengangkatnya.
e.
Hubungi
dokter saat menderita batuk berkepanjangan.
f. Berhenti
merokok. Merokok dapat menyebabkan batuk dan ini dapat mengguncang otot-otot
abdominal.
Referensi:
Dermawan, Deden & Tutik
Rahayuningsih. 2010. Keperawatan Medikal
Bedah (Sistem Pencernaan). Yogyakarta: Gosyen Publishing
Ratu R,
Ardian & G. Made Adwan. 2013. Penyakit
Hati, Lambung, Usus dan Ambeien, Yogyakarta: Nuha Medika
Suratun & Lusianah. 2010. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem
Gastrointestinal. Jakarta: TIM
Wijayaningsih, Kartika Sari. 2013. Standar Asuhan Keperawatan. Jakarta: TIM
http://gejalahernia.com/tips-mencegah-hernia/ diakses 4 Desember 2014 Jam 06.12 WIB
Semoga bermanfaat…


Further useful article in again with another great article source Obat Hernia
BalasHapusObat Hernia
BalasHapusObat Hernia Herbal
Penyakit Hernia
Obat penyakit Hernia
Obat Tradisional Hernia
Obat Alami Hernia
Celana Hernia
Pengobatan Hernia
Gejala Hernia
Cara Mengobati Hernia
Penyebab Hernia
Perapat Vagina
Cara Mengencangkan Miss V Secara Tradisional
Cara Merapatkan Miss V Saat Berhubungan
Cara Merawat Miss V Agar Tidak Becek
Cara Merapatkan Daerah Kewanitaan Dengan Bahan Alami
Cara Senam Kegel
tongkat Nikmat Madura
Merapatkan Miss V Dengan Ramuan Tradisional
Cara Merapatkan Daerah Kewanitaan Tradisional
Obat Gemuk
obat gemuk badan di apotik
obat gemuk tanpa efek samping
obat gemuk samyun wan
obat gemuk tradisional
obat bikin gemuk
obat gemuk kianpi
obat gemuk alami
obat gemuk sehat
Pemutih Kulit Alami
Pemutih Kulit Dalam 3 Menit
Pemutih Kulit Permanen
Pemutih Kulit Tubuh
obat Pemutih Kulit Tradisional
Pemutih Kulit Alami Cepat
Pemutih Kulit Wajah
Pemutih Kulit Tradisional
COBRA OIL SUPER
KLG ASLI
KLG USA
OBAT PEMBESAR PENIS